Foto ini diambil ketika kelas kami selesai melakukan latihan di salah satu 3 ruangan besar yaitu di Francis Room. Saya ingat waktu itu kita sudah berlatih keras dan dipuji oleh sutradara sekaligus teman kami Ajere karena sudah bisa berprogress walaupun masih belum maksimal.
Foto ini diambil saat kita sedang berlatihan di Francis Room. Latihan kali ini menurut saya kurang efektif karena divisi-divisi dibagi dan disuruh berlatih sendiri-sendiri. Saat saya dan aktor lainnya berlatih saya berusaha memberi masukan yang mendukung agar kita semua bisa menjadi lebih baik. Meskipun terkesan kurang efektif, menurut saya kita sudah berkembang jauh dari latihan yang pertama

Gambar disamping diambil saat kita sedang berlatih di V-Hall. Setelah berlatih kami dipuji oleh guru-guru karena sudah berkembang. Walaupun bukan yang paling hebat, saya tetap merasa bangga dan bersyukur karena memiliki teman-teman yang bisa diajak berkembang dan maju bersama -sama.
Foto disamping diambil dari backstage bangsal saat kita sedang melakukan latihan di 3 ruangan besar bersama guru. Latihan kali ini saya anggap efektif karena kita bisa berkembang banyak dan bisa berlatih dengan ruangan yang sesungguhnya walaupun masih belum dengan kondisi yang sesungguhnya.
Foto disamping diambil setelah kami selesai berlatih di salah satu rumah teman kami yang memiliki dojo, kita melakukan latihan ini saat sudah tinggal H-7 sebelum acara dimulai. Pada latihan ini kita hanya menyempurnakan acting para aktor dan menurut saya kendala yang saya alami ketika latihan ini adalah ketika saya tidak bisa menemukan cara bicara yang tepat agar bisa terlihat natural dan tidak kaku.
Foto disamping merupakan salah satu latihan terakhir kami dalam mempersiapkan pagelaran drama kami. Waktu berjalan sangat cepat dan saya merasa bahwa kelas kami masih belum siap namun hal tersebut dibuktikan salah karena ketika saya melihat kelas kami tampil, saya kagum dan terkesima karena menurut saya drama kelas kami sudah sangat bagus.
Refleksi
Ketika dilakukan pembagian divisi dalam pagelaran ini, saya berencana mengambil bagian aktor karena saya memang tidak terlalu mampu dengan divisi yang lain dan saya juga mengambil peran yang kecil karena awalnya saya acuh tak acuh dengan drama ini. Namun seiring berjalannya waktu, saya semakin sadar dan peduli bahwa pagelaran drama inilah yang nantinya bisa menyatukan kelas kami. Oleh karena itu, meskipun saya hanya memiliki peran yang kecil sebagai seorang dosen yang tidak berpengaruh kepada jalan cerita, saya berusaha untuk membantu teman-teman aktor saya yang lainnya dan juga membantu beberapa divisi agar kita bisa maju bersama-sama
Kendala terbesar yang saya alami adalah ketika kelas saya anggap tidak mau berkontribusi karena mereka acuh tak acuh. Pada awalnya banyak yang tidak mau berkontribusi pada drama kelas. Saya sadar dan akui bahwa dalam kelas saya terdapat konflik dan gap-gap an. Namun menurut saya hal ini sangatlah lumrah dalam satu kelas. Saya merasa bahwa munafik apabila kelas dijadikan satu perkumpulan yang tidak ada gap didalamnya. Yang saya kagumi dari kelas ini adalah, meskipun berbeda circle pertemanan kelas kami masih bisa kompak dalam melakukan pagelaran mereka berhasil melepaskan belenggu circle pertemanan dan mereka bisa bekerjasama dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Didorong oleh hal itulah, saya ingin bersama membantu teman saya dan sutradara agar drama ini bisa berjalan dengan baik dan maksimal.
Meskipun seiring berjalannya waktu, kelas kami menghadapi konflik dan masalah, pada akhirnya kami berhasil berdamai dengan satu sama lain dan pagelaran drama menjadi lancar. Kelas kita yang pada awalnya terpisah-pisah dan saling tak acuh, pada hari H semuanya mau dan rela untuk berjuang bersama-sama dalam satu wadah untuk menampilkan drama yang maksimal. Hal itulah yang membuat saya sangat terkagum dengan kelas B1.
