Refleksi Uprak – Jessica Olivia Cuaca/XIIB1/24

Behind the Spotlight

Tidak terasa sudah empat bulan saya lewati untuk mempersiapkan ujian praktek hingga hari tampil. Terdapat banyak sekali suka duka yang saya lewati bersama teman-teman sekelas. Persiapan kami tidak jauh dari pertengkaran. Hampir disetiap latihan terdapat perbedaan pendapat atau sudut pandang yang menyebabkan perselisihan antara satu dengan yang lain. Kami memulai latihan UPRAK ini sejak bulan Desember 2025. Awalnya, dalam latihan ini dapat saya katakan bahwa kelas kita ini sangat kacau. Di bulan Desember, saya cukup sering ikut latihan karena kami sering berlatih untuk flashmob. Saat itu, saya merasa hal tersebut merupakan awal mula kesalahan kita. Kelas saya terlalu fokus pada flash mob yang bukan merupakan hal paling penting dalam proyek ini. Flash mob penting namun, dalam situasi saat itu kita belum pernah latihan drama, drama seharusnya bisa dijadikan prioritas terlebih dahulu. Akhirnya, saat berlatih di sekolah bersama sie acara, penampilan kelas kami tidak berjalan lancar. 

Pada bulan Januari, kami mulai berlatih lebih giat. Kami mulai berfokus pada dramanya namun, tetap memperhatikan setiap detail kecil seperti properti. Sebagai co sutradara, saya memiliki tugas untuk menjadwalkan latihan-latihan yang akan dilaksanakan. Hal tersulit dari tugas ini adalah menentukan waktu agar semua anggota kelas dapat hadir walau pada akhirnya tetap banyak yang izin tidak hadir dengan berbagai alasan. Pada latihan kedua dengan sie acara, kelas kami juga masih mendapat banyak masukan. Setelah berlatih tersebut, kami di kelas melakukan sesi evaluasi dan di saat inilah terjadi cukup banyak masalah miskomunikasi. Mulai dari antara sie dokumentasi dengan sie dekorasi, kemudian masalah anggota kelas yang tidak pernah datang untuk latihan, dan berlanjut hingga ke masalah yang sedikit lebih personal antara “circle” satu dengan “circle” lain. Kami para sutradara berusaha mengajak seluruh anggota kelas untuk berdiskusi dan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan agar proyek UPRAK ini dapat berjalan lebih baik lagi. Pada akhirnya, kami membuat beberapa aturan yang disepakati seluruh anggota kelas. Satu minggu sebelum hari penampilan, penampilan kelas kami sudah jauh lebih baik. Drama, flashmob, properti, lighting, dll sudah dapat berjalan dengan lancar. Latihan juga terasa jadi lebih efektif dan tidak ada lagi perdebatan karena kami semua sadar bahwa kami harus bersatu untuk proyek ini.

Pada hari pementasan, saya merasa cukup puas dengan penampilan kelas kami karena hasilnya benar-benar di luar ekspektasi saya. Semua latihan yang telah kami lakukan akhirnya terbayar saat kami tampil di atas panggung. Meskipun ada beberapa kesalahan kecil, kami tetap bisa mengatasinya dengan tenang dan melanjutkan penampilan dengan percaya diri. Hal itu membuat saya merasa bangga, bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada seluruh teman sekelas saya.

Sejujurnya, saya merasa sedih ketika ujian praktik akhirnya selesai. Walaupun ujian praktik ini cukup melelahkan, pengalaman ini menjadi salah satu momen yang sangat berharga bagi saya. Kebersamaan saat latihan, tawa di sela-sela keseriusan, hingga rasa gugup sebelum tampil akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Saya menyadari bahwa ujian praktik drama ini bukan hanya tentang mendapatkan nilai, tetapi juga tentang proses, persahabatan, dan keberanian untuk tampil di depan banyak orang. Pengalaman ini akan selalu saya rindukan dan kenang dengan penuh rasa syukur.



 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *