More Than Just the Stage
Tidak terasa seluruh rangkaian ujian praktik ini akhirnya selesai. Bagi saya, kegiatan UPRAK ini merupakan pengalaman yang menarik sekaligus menjadi sesuatu yang baru, terutama karena saya belajar bekerja sama dalam kelompok dengan skala yang cukup besar. Walaupun saya tidak tampil dalam drama, saya tetap memiliki peran sebagai sie perlengkapan (perkap) dan juga sebagai penerima tamu. Dari peran tersebut, saya menyadari bahwa setiap tugas, sekecil apa pun terlihatnya, tetap memiliki kontribusi besar terhadap keberhasilan sebuah pementasan. 

Selama latihan sebagai sie perkap, saya belajar bahwa komunikasi adalah kunci utama. Tugas kami bukan hanya sekadar memindahkan properti, tetapi memastikan setiap barang berpindah tepat waktu tanpa mengganggu jalannya adegan. Pada awal-awal latihan, saya sempat beberapa kali terlambat memindahkan properti karena bertabrakan dengan anggota lain saat ingin kembali ke panggung. Bahkan, kami juga sempat saling berhalangan ketika hendak keluar masuk panggung untuk memindahkan barang. Dari kesalahan-kesalahan tersebut, saya belajar untuk lebih peka terhadap situasi sekitar dan lebih aktif berkomunikasi dengan anggota perkap lainnya. Kami mulai saling memberi kode, mengingatkan, dan menyusun alur keluar-masuk agar tidak terjadi kekacauan. Perlahan, koordinasi kami menjadi lebih rapi dan teratur.

Hambatan terbesar selama proses UPRAK ini menurut saya adalah mencari jadwal latihan yang bisa dihadiri oleh semua anggota kelas. Setiap orang memiliki kesibukan masing-masing, sehingga cukup sulit untuk menentukan waktu yang tepat. Selain itu, pada awal evaluasi pementasan, kelas kami mendapat banyak kritik dan saran. Saat itu, saya sempat merasa kehilangan harapan karena penampilan awal kami memang terlihat kurang kompak dan cukup berantakan. Namun seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa kritik tersebut bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membangun. Justru dari masukan-masukan itulah kami terpacu untuk berlatih lebih sering dan memperbaiki setiap kekurangan yang ada. Hingga akhirnya, saat hari pementasan tiba, penampilan kelas kami jauh lebih baik dari yang sebelumnya dan bahkan terlihat adanya improvisasi yang membuat drama terasa lebih hidup dibandingkan latihan di awal.
Selain bertugas sebagai sie perlengkapan, saya juga dipercaya menjadi penerima tamu. Dari peran ini, saya belajar pentingnya sikap ramah, tanggap, dan sigap dalam menghadapi situasi yang tidak terduga. Kami sempat mengalami kendala ketika kursi di ruang tunggu tamu penuh, sehingga beberapa tamu tidak mendapatkan tempat duduk. Dalam situasi tersebut, kami segera berkoordinasi dan memindahkan kursi dari ruang TU ke ruang tunggu agar semua tamu dapat duduk dengan nyaman. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa kerja sama dan komunikasi yang cepat sangat dibutuhkan, terutama saat menghadapi masalah secara langsung di hari pelaksanaan.
Melalui kegiatan UPRAK ini, saya belajar untuk berkomunikasi lebih baik dalam dinamika kelompok yang besar. Saya belajar untuk lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan, lebih peka terhadap situasi sekitar, serta lebih terbuka dalam menerima kritik dan saran. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya ditentukan oleh orang-orang yang tampil di atas panggung, tetapi juga oleh mereka yang bekerja di balik layar. Meskipun melelahkan, proses ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang kerja sama dan arti saling mendukung satu sama lain demi tujuan bersama.











