Tugas Refleksi
Bagian hidup yang paling menarik dari tokoh Joko Pinurbo terletak pada bagian ketika dia mulai menulis kembali dengan kreatif setelah karyanya ditolak dan membuat antologi puisinya yang berjudul “Celana”, karena penggunaan kata-kata yang terkesan sederhana dalam puisi modern digunakan olehnya dan mengubah cara pandang dunia terhadap karyanya. Permasalahan hidup Joko Pinurbo juga terlihat dari bentuk kata-kata yang digunakan dalam antologinya. Penggunaan diksi yang terkesan “menodai” penggunaan kata-kata indah sastra membuktikan keberaniannya dalam menghadapi perhelatan dunia sastra.
Keutamaan Vinsensian yang paling menonjol dari karakter Joko Pinurbo adalah keutamaan mati raga dan kesederhanaan. Hal ini dapat dilihat dengan semangatnya yang tak pernah berhenti menulis antologi-antologi puisinya. Keutamaan mati raga juga dijumpai dengan tidak menyerahnya menghadapi tantangan-tantangan hidupnya seperti menghadapi penolakan dalam proses membuat antologi-antologinya. Keutamaan kesederhanaan terlihat dalam antologinya yang berjudul “Celana” yang menggunakan kata-kata sederhana dalam menyusun kalimat puisinya. “Ia ingin membeli celana baru buat pergi ke pesta supaya tampak lebih tampan dan meyakinkan.”, berbeda dengan puisi-puisi pada umumnya yang menggunakan penggambaran kondisi menggunakan kata-kata dengan makna kiasan. Dalam antologi ini Joko Pinurbo menggunakan kata-kata yang sederhana dan bahasa sehari-hari untuk menggambarkan suasana yang ingin dibawa dalam antologinya. Dengan berkembangnya zaman, puisi karya Joko Pinurbo juga memberi inspirasi terhadap puisi modern yang sekarang lebih banyak menggunakan diksi sehari-hari.
Selama proses ujian praktek drama ini, peran aku sebagai Co-sutradara bagian props dan dekorasi adalah untuk mengatur PIC property dan dekor. Aku terkadang merasa pekerjaanku tidak kulakukan dengan baik karena kurang banyak props-props yang diatur dalam drama ini. Aku juga sebenarnya berperan sebagai cast member sebagai ayah Joko Pinurbo dan seorang dancer dalam scene-scene tari. Selama latihan diadakan aku sudah hadir dan berperan dalam latihan-latihan tersebut. Namun, aku masih merasa akhir-akhir ini aku sudah capek dengan tanggungan-tanggungan tugas yang sangat banyak. Selama proses latihan, aku juga merasa kurang berkontribusi dalam mengatur teman-teman dan hanya memberikan beban ke Ajere saja. Selama proses latihan juga banyak sekali teman-teman yang berhalangan hadir dan latihan pada akhirnya berakhir tidak efektif karena banyak yang izin tidak ikut. Padahal aku sendiri rela mengorbankan waktu untuk les saya digunakan untuk pergi latihan, tetapi beberapa temanku pun bahkan ada yang pernah tidak datang untuk latihan di luar jam sekolah.
Hansel Tedjakusuma
XII-B1/21











