Ujian praktik (uprak) kali ini menurut saya adalah salah satu pengalaman yang paling berkesan selama sekolah. Kelas kami menampilkan drama yang terinspirasi dari sosok dan karya penulis puisi Joko Pinurbo. Saya sendiri mendapat tanggung jawab di bagian dekorasi dan properti (props).

Pada tahap awal persiapan, kami sudah menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah pembagian waktu latihan. Lokasi latihan sering berada di tengah atau timur, dan cukup jarang di barat. Sementara itu, orang tua saya cukup strict dan tidak mengizinkan saya pergi terlalu jauh atau pulang terlalu malam. Akibatnya, saya tidak bisa mengikuti semua jadwal latihan secara penuh. Awalnya saya merasa khawatir akan tertinggal informasi dan kurang maksimal dalam menjalankan tugas saya.
Namun, saya berusaha untuk tetap bertanggung jawab dengan cara aktif bertanya kepada ketua bagian props, yaitu Melvin. Saya selalu memastikan tidak ada miskomunikasi dan tetap memahami perkembangan konsep serta kebutuhan properti yang harus disiapkan. Walaupun kehadiran saya di latihan terbatas, saya berusaha mengganti dengan komunikasi yang baik dan menyelesaikan bagian saya tepat waktu.

Dalam proses teknis, tantangan lain muncul saat pengerjaan dan pengangkutan properti. Karena jumlah siswa laki-laki di kelas kami lebih banyak, para perempuan juga ikut membantu mengangkat dan memindahkan properti yang cukup berat. Hal ini cukup melelahkan, tetapi di sisi lain juga memperlihatkan kerja sama yang kuat dalam kelas kami. Kami saling membantu tanpa memandang tugas utama masing-masing.
Biarpun dalam latihan sebelum sebelum nya, kami di nilai paling jelek oleh guru, kami tetap berlatih dengan keras, dan akhirnya pada hari gladi kotor, para guru bilang bahwa kelas kami telah mencapai kemajuan yang sangat besar. Di situ, sutradara kami, Ajere, sangat senang dan bahkan nangis. Kami sebagai anak anak B1 juga merasa terharu atas perjuangan kami

Pada hari H, saya membantu mengurus kostum sekaligus memastikan properti siap digunakan di setiap adegan. Meskipun sempat merasa tegang, semuanya berjalan dengan lancar. Drama kami, menurut saya, bisa ditampilkan dengan baik dan sesuai dengan konsep yang sudah direncanakan.
Walaupun banyak kendala dalam prosesnya, kami bisa melewatinya bersama. Pengalaman ini mengajarkan saya tentang tanggung jawab, komunikasi, dan pentingnya kerja tim. Saya senang dan puas dengan hasil akhir UPRAK ini, dan saya bangga menjadi bagian dari kelas XII B1.