Selama uprak kali ini, aku memegang beberapa peran : sie dekor, sie perkap, dan juga sebagai NPC atau aktor tambahan. Jadi, sebagian besar waktuku dihabiskan di balik layar. Dari membuat dan mengurus properti, memastikan perlengkapan lengkap, menyusun properti, sampai ikut tampil sebentar di panggung. Proses uprak ini panjang dan cukup melelahkan, apalagi karena ini termasuk proyek besar. Banyak hal yang harus diurus, dan nggak sedikit masalah yang muncul. Bahkan selama persiapan, cukup banyak barang yang hilang atau tiba-tiba nggak ada saat dibutuhkan. Itu bikin panik dan menambah tekanan, terutama ketika sudah mendekati hari-H.
Aku juga melihat sendiri bagaimana teman-teman mulai merasa frustasi. Ada momen di mana kami saling beda pendapat, salah paham, bahkan sempat bertengkar. Jujur, aku pun beberapa kali merasa jengkel dan capek, sampai kepikiran, “Kenapa sih harus seribet ini?” Apalagi saat properti rusak, koordinasi kurang lancar, dan kami harus pulang sampai sore. Tapi di sisi lain, aku melihat usaha teman-teman yang luar biasa. Mereka latihan dialog berkali-kali, mengulang adegan sampai benar-benar dapet feel-nya. Melihat perjuangan mereka, aku jadi merasa nggak enak kalau terus mengeluh. Mereka juga capek, tapi tetap berusaha maksimal. Dari situ aku terdorong untuk terus membantu semampuku dan memberikan yang terbaik.
Dari pengalaman ini, aku belajar untuk lebih ikhlas. Bekerja di balik layar memang nggak terlihat dan nggak dapat tepuk tangan langsung dari penonton. Tapi waktu melihat panggung tertata rapi, suasana terasa hidup, dan aktor bisa tampil lancar karena properti sudah siap, sudah membuat saya merasa puas.
Momen paling mengharukan adalah saat penampilan berlangsung. Aku melihat perkembangan teman-temanku yang sangat besar. Dari awal yang masih sering salah atau kurang percaya diri, sampai akhirnya bisa tampil dengan sangat bagus dan meyakinkan. Semua telah kerja keras.
Walaupun uprak ini panjang dan melelahkan, pengalaman yang aku dapat benar-benar berharga. Aku jadi lebih memahami arti kerja sama dan pentingnya setiap peran dalam tim. Nggak semua kontribusi harus terlihat untuk menjadi berarti. kedepannya kami tidak akan membuat proyek sebesar ini lagi bersama XIIB1, tapi pelajaran dan kenangan dari uprak ini akan selalu aku ingat.
foto pov ku :






