Refleksi Uprak – Cheryl Viandy Sugeng/XII B1/07

Behind the Background


Ujian praktik ini menjadi salah satu pengalaman sekolah yang paling berkesan bagiku. Saya tidak tampil sebagai pemain, melainkan bekerja sepenuhnya di belakang panggung sebagai anggota sie dekor sekaligus pengurus software OBS (Open Broadcaster Software). Tugas saya adalah membantu menyiapkan properti panggung, menampilkan latar belakang drama di LCD, serta mengatur kapan musik diputar agar sesuai dengan jalannya adegan. Dari pengalaman ini saya menyadari bahwa keberhasilan sebuah pementasan bukan hanya ditentukan oleh pemain di panggung, tetapi juga oleh tim di balik layar.  

Latihan Uprak di Francis RoomDalam proses pembuatan properti, saya dan anggota sie dekor lainnya bekerja kelompok membuat berbagai properti dari bahan sederhana, terutama kardus dan karton. Kami membuat replika telepon, mesin ketik atau typewriter, dan beberapa buku untuk mendukung suasana cerita yang diadaptasi dari karya Joko Pinurbo. Saya ikut membuat pola, menggunting, menempel, dan mengecat agar properti terlihat lebih nyata ketika dilihat dari kejauhan. Prosesnya tidak selalu mudah karena kardus mudah rusak, lemnya sering lepas, dan cat kadang tidak merata, hingga lem tembaknya meleleh sendiri dan mengenai tanganku. Namun, the show must go on, saya tetap melanjutkan pembuatan properti tanpa kendala besar dan menyelesaikan properti yang diperlukan untuk pertunjukkan drama kelas kita.

Kerja Kelompok Membuat Properti

Latihan Uprak di Bangsal LazarisSelain mengurus dekorasi, saya juga bertanggung jawab mengatur background untuk penampilan kelas kita menggunakan OBS. Saya harus menampilkan background sesuai adegan sekaligus memutar musik pada waktu yang tepat. Awalnya saya mengalami kesulitan karena belum pernah menggunakan OBS sebelumnya. Saya juga kesulitan mencari background yang cocok, terutama karena beberapa adegan membutuhkan suasana Indonesia zaman dahulu. Setelah berkonsultasi dengan pustekom, saya mulai memahami cara mengganti tampilan dan menampilkan background di LCDnya. Saya juga mempelajari penggunaan plugin soundboard agar musik dapat diputar langsung dari OBS secara terpisah dan lebih rapi.

Latihan Uprak di Kelas B1Pada saat latihan evaluasi, saya mendapat beberapa saran. Ada latar yang dianggap kurang sesuai, misalnya taman yang terlihat seperti kebun padahal seharusnya menyerupai taman universitas dan juga beberapa foto yang terlihat seperti AI walaupun itu foto asli. Pustekom juga menyarankan agar background dibuat lebih interaktif, seperti menggunakan format video dengan efek kipas angin berputar, lampu berkedip, dan daun berjatuhan. Saya kemudian mencoba mencari dan menyesuaikan kembali background agar lebih mendukung suasana cerita. Kemudian pada gladi bersih dan gladi kotor, saya mempelajari juga cara memindahkan file-file OBS pada laptop siswa lain karena adanya ketentuan 1 laptop untuk tiap sesi sehingga pada hari-H saya tidak perlu membawa laptopku hingga latihan di kelasnya menggunakan monitor sekolah dan background  dan audio dari google drive yang telah kusimpan.

Latihan Uprak di V-HallHal lain yang paling saya pelajari adalah kerja sama dalam hal timing. Saya harus berkoordinasi dengan anggota kelas yang mengatur lighting dan spotlight. Saat adegan blackout, saya harus segera mengganti background OBS bersamaan dengan perubahan pencahayaan, sehingga penonton tidak melihat proses pergantiannya. Awalnya sering tidak sinkron, tetapi setelah beberapa kali latihan dan komunikasi yang lebih jelas, kami bisa melakukan transisi dengan lebih rapi. Dari situ saya memahami pentingnya komunikasi dan kepercayaan antar anggota kelas.

Melalui kegiatan ini saya belajar banyak hal, seperti bekerja sama dengan orang lain, berjuang membuat properti dari bahan sederhana, mempelajari software baru, serta menerima kritik dan saran untuk memperbaiki hasil kerja. Pengalaman ini membuat saya lebih terbuka terhadap masukan dan lebih teliti dalam bekerja. Saya menyadari bahwa di balik sebuah pementasan yang terlihat lancar, ada proses panjang, koordinasi, dan usaha bersama yang tidak selalu terlihat oleh penonton.

Foto Kelas Setelah Pagelaran

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *