Refleksi Uprak – Callista Theodora Wiranto XIIB1/06

Behind the Curtain: Roles, Challenges, and Lessons from a Stage Production

Drama yang mengangkat kisah Joko Pinurbo tidak hanya menampilkan perjuangan tokohnya dalam dunia puisi, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi saya yang terlibat langsung dalam proses pementasan. Melalui ujian praktik ini, saya belajar bahwa keberhasilan sebuah drama tidak hanya ditentukan oleh aktor di atas panggung, tetapi juga oleh kerja keras tim di balik layar.

Dalam kegiatan ini, saya terlibat di beberapa divisi sekaligus, yaitu publikasi dan dokumentasi, perlengkapan (perkap), kostum, dan sempat berada di make up. Peran saya mungkin tidak terlihat secara langsung oleh penonton, namun justru memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan jalannya pementasan tetap lancar.

Pada divisi publikasi dan dokumentasi, tugas saya adalah mengabadikan momen selama proses latihan hingga pementasan berlangsung. Saya juga melakukan pengeditan video agar hasil dokumentasi dapat tersusun dengan baik dan menarik. Meskipun terlihat tidak terlalu berat, tantangan yang saya hadapi adalah membagi fokus antara mendokumentasikan momen penting dan tetap mengikuti jalannya kegiatan. Untuk mengatasi hal tersebut, saya berusaha lebih sigap dalam menangkap momen serta memanfaatkan kemampuan editing yang saya miliki agar hasilnya tetap maksimal.

Kesulitan yang lebih terasa muncul ketika saya berada di divisi perkap. Saya harus memahami alur cerita drama secara menyeluruh agar tidak salah menyiapkan properti di setiap adegan. Tantangan terbesarnya adalah melakukan pergantian properti dalam waktu yang sangat singkat sebelum lampu kembali menyala. Tekanan waktu ini menuntut saya untuk bekerja cepat, tepat, dan tanpa kesalahan. Awalnya saya merasa bingung dan kurang percaya diri, tetapi dengan latihan dan kerja sama tim, saya mulai terbiasa. Saya belajar untuk selalu fokus, mendengarkan arahan, dan menghafal urutan adegan agar tidak tertinggal.

Selain itu, di divisi kostum saya juga menghadapi tantangan yang tidak kalah sulit. Saya harus membantu pemeran utama mengganti pakaian dengan cepat di sela pergantian adegan. Kesulitannya terletak pada keterbatasan waktu dan kebutuhan untuk tetap rapi serta sesuai dengan karakter. Untuk mengatasi hal ini, saya berlatih koordinasi dengan tim dan memastikan semua kostum sudah siap sebelum digunakan. Dengan persiapan yang matang, proses pergantian kostum bisa berjalan lebih lancar.

Pada bagian make up, meskipun saya tidak sepenuhnya menetap di divisi ini, saya tetap siap jika dibutuhkan. Tantangannya adalah ketelitian dan kemampuan menyesuaikan riasan dengan karakter. Jika diberi kesempatan, saya akan mengandalkan ketertarikan dan pengalaman saya dalam make up untuk memberikan hasil terbaik.

Dari seluruh pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa kesulitan terbesar bukan hanya pada teknis pekerjaan, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dan bekerja sama dalam tim. Saya belajar untuk tidak mudah panik, tetap fokus di bawah tekanan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Dengan komunikasi yang baik dan latihan yang cukup, setiap kesulitan dapat diatasi.

Melalui pengalaman ini, saya tidak hanya berkontribusi dalam kesuksesan pementasan, tetapi juga mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang kerja keras, kedisiplinan, dan pentingnya peran di balik layar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *