An Amazing Journey – Gwen Vallerie XIIB1/20

Dalam pagelaran uprak kali ini saya memiliki peran sebagai Sie Makeup dan Sie Costume, bagi saya pribadi ini adalah pengalaman luar biasa. Memang jika dilihat peran Sie Makeup dan Costume mungkin tidak sebanding dengan aktor yang tampil diatas panggung namun setelah beberapa kali latihan, saya menyadari bahwa peran dibalik layar juga memiliki tanggung jawab yang besar dalam membuat suatu acara sukses. Proses uprak cukup melelahkan dan menguras energi, dari banyaknya jam yang kami korbankan untuk latihan, konflik-konflik internal kelas dan tak jarang juga kami berbeda pendapat, merasa lelah atau bahkan hampir menyerah. Dari uprak ini, kami belajar bukan dari tidak adanya masalah, namun bagaimana cara menyelesaikan masalah sebagai keluarga. Saya pribadi belajar untuk lebih sabar, menerima kritik dan saran dan lebih peka dengan kebutuhan teman-teman saya. Kami sebagai anggota kelas memiliki perannya masing-masing dan kami belajar untuk saling melengkapi dan mendukung.

Sebagai Sie Makeup dan Costume saya terlibat mulai dari diskusi karakter dimana saya mempelajari bagaimana tokoh Joko Pinurbo digambarkan. Kesulitan yang saya alami secara pribadi adalah saya tidak memiliki pengalaman dalam makeup yang tergolong Makeup Art, sebelumnya saya hanya bisa melakukan makeup biasa yang  hanya memperindah wajah orang. Namun dalam proyek ini saya dituntut untuk bisa membuat ilusi makeup tua untuk orang tua. Saya sadar bahwa makeup bukan hanya memperindah wajah, namun bagaimana kita dapat menghidupkan sebuah karakter melalui wajah seseorang. Awalnya jujur saya ragu karena saya tidak pernah mencobanya sama sekali namun saya mencobanya. Perlu beberapa saat untuk saya research dengan menonton tutorial dan mempraktekannya sendiri ditambah saya juga harus mencari tahu bagaimana wajah dan gaya Joko Pinurbo agar bisa terlihat mirip.

Hal lain yang membuat saya merasa tertantang juga adalah bagaimana cara mengganti pakaian Joko Pinurbo selama penampilan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat karena Joko hampir ada di semua scene. Dengan ini kami pun harus mengatur strategi, kami menyiapkan pakaiannya secara terstruktur, mengurutkannya sesuai adegan dan berkoordinasi dengan tim agar dapat bergerak dengan cepat. Saya belajar untuk bekerja dengan tenang dibawah tekanan waktu dan berfikir solutif saat tidak ada banyak waktu.

Pada akhirnya, kerja keras, rasa lelah, konflik dan keraguan kami sebagai satu keluarga pun terbayarkan. Kami sempat dianggap remeh karena penampilan yang dianggap sangat kurang, namun kami berhasil membuktikan bahwa kami juga bisa membanggakan. Uprak kali ini mungkin hanya akan menjadi kenangan, namun proses yang kami lalui sangat membekas di hati saya. Dibalik setiap keberhasilan, ada banyak sekali suka dan duka yang membentuk karakter.