A Journey to Remember

Pagelaran karya kelas XIIB1 (“Sang Lurah Puisi: Joko Pinurbo”) ini merupakan salah satu bagian hidup saya bukan hanya sekedar acara atau cara untuk mendapatkan nilai terutama karena saya menjadi ketua kelas pada saat pagelaran ini berlangsung. Pertama-tama saya ingin menyampaikan bahwa hal ini tidak dapat terjadi tanpa bantuan dari Tuhan yang telah merencanakan segalanya untuk kita.

 

Pagelaran karya ini memberi saya banyak hal bermanfaat yang membuat saya melihat sudut pandang lain dari kelas kita, saya mengakui bahwa kelas kita sangat jauh dari kata solid, tetapi menurut saya itu letak spesialnya. Banyak sekali bagian dari kelas kita yang kurang komplit dan terdapat banyak konflik dan sentimental, meskipun begitu kita dapat menunjukkan sebuah karya yang luar biasa menembus ekspektasi orang-orang yang kurang mempercayai kita.

 

Sejak awal pagelaran, saya sudah mengetahui potensi kelas kita dan bagaimana cara kelas kita bekerja. Kita menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan uang untuk pagelaran drama ini, tidak sedikit pengorbanan kita terhadap pagelaran ini hingga kita meluangkan waktu belajar,bermain, dan waktu keluarga untuk bekerja sama sebagai kelompok. Pagelaran ini mengajari saya untuk bersikap lebih tenang dan tanggung jawab atas tindakan dan waktu saya, hingga memotong hal-hal di hidup saya yang kurang penting. Peran saya pada pagelaran drama ini adalah sebagai aktor (Sapardi dan NPC/kameo), perkap, dan Master of Ceremony (utk kls C1).

 

Saya merasa pagelaran ini adalah peristiwa yang sangat penting bukan hanya untuk hidup kita sebagai individu tetapi juga sebagai kelas, membuat kita dapat mengenal sesama dengan lebih baik secra keseluruhan. Kelas kita terdapat banyak konflik yang masih belum terselesaikan tapi kita mengatur dan mengeksekusi pagelaran ini secara profesional (pada akhirnya) dalam waktu yang sangat mendesak karena banyak tugas dan ulangan tetap berlangsung bersama pagelaran.

 

Awal pagelaran kelas kita kurang direncanakan dan mendapatkan banyak kritik dari guru karena pada H-14 kelas kita hanya 20% selesai bahkan disebut “tidak layak tampil”. Perjalanan pagelaran karya kita sangat kompleks dan rumit sehingga merangkum dan mengurutkan peristiwa-peristiwa semuanya hampir mustahil. Tujuan saya menulis ini adalah supaya di masa depan, saya sendiri dapat melihat kembali dan sadar bahwa meski terdapat konflik dan di dalam situasi yang mendesak, “kita” sebagai satu kelas dengan banyak konflik dapat berhasil bekerja sama. Proses mengajari satu sama lain dan menghabiskan waktu bersama sebagai kelas sangat sepadan mau itu dalam keadaan suka ataupun duka. Saya salut terhadap teman-teman saya yang setengah mati mempelajari peran mereka di pagelaran ini. Semoga kedepannya B1 dapat bekerja sama lagi dengan lebih baik.

Terima kasih.