Refleksi
Pada awalnya saya berpikir bahwa tugas uprak drama pagelaran ini hanya seperti tugas pementasan drama seperti saat P5 kelas XI dahulu. Namun, saya perlahan menyadari bahwa drama pagelaran ini lebih rumit dan “berbobot” daripada drama sebelumnya. Adanya berbagai aturan seperti batas waktu drama 20 menit, waktu pergantian properti yang singkat, serta acting yang harus disempurnakan membuat saya merasa bahwa drama pagelaran kali ini benar – benar menguji komposisi dan kerjasama semua kelas.
Untuk drama pagelaran ini, saya mendapatkan tugas sebagai actor dan perkap dimana selain harus mendalami peran saya dalam drama, saya juga harus menyempatkan waktu saya untuk membuat properti yang akan digunakan nantinya saat drama pagelaran. Proses pembuatan properti yang kami lakukan memakan waktu yang panjang dan kurang efektif. Hal ini dikarenakan anggota perkap yang hadir saat proses pembuatan selalu kurang lengkap dan bahan – bahan yang akan digunakan saat pembuatan belum terkumpul, sehingga kami hanya bisa mengerjakan properti yang bahannya tersedia pada waktu itu saja. Belum lagi dengan adanya perbaikan atau penyesuaian properti agar bisa terlihat bagus. Disamping itu, saya juga berperan sebagai actor romo di seminari tempat Joko Pinurbo belajar. Jujur, saat mendapatkan peran ini saya sudah memiliki gambaran dalam memerankan tokoh ini, namun saya kurang bisa mengekspresikan tokoh ini, terutama dalam bagian mimik wajahnya.
Selain kesulitan teknis dan kesulitan lain yang saya alami sendiri, ada kesulitan lain terutama saat kami akan menentukan waktu dan tempat untuk latihan bersama atau membuat properti. Beberapa anggota terkadang memiliki kesibukannya masing – masing, sehingga harus pulang lebih awal atau tidak dapat hadir. Hal ini membuat kelas kami kurang siap dan lebih minim properti dibandingkan dengan kelas – kelas yang lain pada saat percobaan latihan bersama sie acara. Saat kami mengetahui bahwa hasil drama kami kurang maksimal dimana terjadi banyak kendala seperti perpindahan properti yang terlalu lama, mimik wajah kurang terlihat, dan durasi yang terlalu lama, membuat kami sadar bahwa kami harus lebih fokus lagi dalam latihan drama dan pembuatan properti. Setelah itu, kami melakukan evaluasi bersama setiap kali latihan bersama agar bisa segera menangani kesalahan yang ada dan melakukan perubahan agar drama bisa memberikan kesan yang terbaik.
Tak terasa beberapa hari lagi sudah mendekati hari pagelaran drama. Dari sini kami berlatih keras agar tidak sampai terjadi kesalahan saat hari – h. Akhirnya, di hari pagelaran kami bekerjasama dengan baik dan mampu menampilkan kesan drama yang bagus, meskipun ada sedikit 1 atau 2 kesalahan.
Dari uprak drama ini saya belajar bahwa drama ini bukan hanya tentang untuk memberikan hasil akhir yang bagus tersebut, namun juga tentang bagaimana kita bisa mencapai hasil yang kita impikan itu. Proses bekerjasama, saling memahami dan meletakkan kepercayaan pada satu sama lain menjadi pelajaran yang berharga untuk saya. Selain itu, pagelaran kelas ini menjadi salah satu kenangan yang tak terlupakan selama di Sinlui.


